Selasa, 06 September 2016

HOOOOOAAAAAMMMMM

Akhirnya gw bisa nongol lagi heheheee, setelah sekian lama terkurung di penjara batu deket kaki gunung merapi, sekarang gw bisa bebas lagi lompat sana, lompat sini, gelantungan sana, gelantungan sini heheheee. ini berkat bantuan seorang pendeta lho, yang sedang dalam perjalanan kebarat mencari kitab suci (lho, kok perasaan kayak cerita sun gokong aja??? bodo’ aaah!!!)
Hmmmmmmmmm…. sebenernya gw bingung, musti mulai cerita darimana (lap ingus)
Sepertinya Kali ini  gw belom ada ide buat nulis cerita, berhubung akhir2 ini gw lagi pusing, pusing mikirin masalah ekonomi saat ini, pusing akan kepadatan pnduduk yang semakin gak bisa di bendung, dan pusing gara2 mikirin utang gw yang seabrek banyak nya huhuhu :'(

kayaknya gw musti menyendiri dulu deh nenangin pikiran sambil melakukan ritual bertapa bawah kolong tempat tidur
***
Oya, sebelom gw melakukan ritual bertapa, gw ada sedikit cerita buat lo semua
 Tadi dipasar pas gw lagi nantiin angkot mo pulang, tanpa sengaja gw denger percakapan dua orang tukang ojek yg lagi mangkal deket gw...

Tukang Ojek 1 : “Anak Sekolah Jaman Sekarang, Yg Cowok nya kalo ke sekolah sering banget Bawa Minuman, kalo yg Ceweknya Pada Ngga Pake BH”.
Tukang Ojek 2 : “Hah..Yg Bener lo..!!???”
Tukang Ojek 1 : “Iya, gw Serius..”
Tukang Ojek 2 : “Emang di Sekolahan Mana..???”
Tukang Ojek 1 : “Sekolah TK..!!”
Tukang Ojek 2 : #Gubrak..Salto..
Kkwkwkwkwkwkwkwkwkk… dan gw yang denger disebelahnya ketawa ngakak sambil jedot2in jidat ke spion … hihihiii
Yaaak, itu dulu cerita gw, HHhoooOOOAAAMMM….. ngantuk gw, ntar lain kali sambung lagi dicerita gak mutu berikutnya

Kamis, 25 Agustus 2016

Seorang ibu jengkel dengan hobi anaknya yang suka menyanyi. Suatu ketika ibu ini mengajak anaknya pergi ke Jakarta dari Surabaya.
Ketika ada di stasiun Surabaya si anak bernyanyi, “Surabaya, oh Surabaya, Surabaya…. dst”
karena merasa terganggu dan malu dilihat orang si ibu menegur, “Diam….!”
Tapi si anak tidak peduli, karena hobinya memang menyanyi. Sampai di Semarang si anak nyanyi lagi, “Semarang kaline banjir…. dst” Si ibu menegur lagi, Diam!”
Si anak lagi-lagi cuek aja, karena hobinya menyanyi…
Sampai di Bandung si anak nyanyi lagi, “Hallooo, halo Bandung … dst”
Si ibu tambah jengkel. Akhirnya begitu sampai di Jakarta si ibu memasukan anaknya ke dalam roknya agar si anak tidak nyanyi. Ternyata si anak tetap menyanyi…
“Di sana tempat lahir beta..”

Selasa, 23 Agustus 2016

Lomba Panjat Pinang

Untuk memperingati 17 agustus, sebuah desa mengadakan lomba panjat pinang. Ada satu tim yang kekurangan pemain pria sehingga mengajak seorang banci yang kebetulan menonton perlombaan tersebut. Si banci diberikan posisi yang paling atas karena dia yang paling ringan. Di tengah pertandingan, si banci terlihat mandeg di tiang, tidak mengambil hadiah seperti tim lainnya. Seorang peserta yang kesal kemudian berteriak,

Peserta Lain: “Hei banci! Ngapain loe lama banget disana? Cepetan ambil hadiahnya!”
Banci: “Ihhhh, Buat eikeee hadiah ga penting cyiiinn, Yang penting gesekannya. Oh ah uh
SALAH LIRIK

Seseorang teman saya ditunjuk pada saat sesi latihan untuk menyayikan lagu 17 Agustus oleh komandan.
Komandan: “kamu nyayikan lagu kemerdekaan.”
Prajurit: “Ya pak. Enam belas agustus tahun empat lima.”
Komandan: “Stop, Apa-apaan kamu ini menyayikan lagu kemerdekaan saja tidak bisa!
Prajurit: “Maaf komandan tadi lagunya belum selesai.”
Komandan: “Ulang lagi lagi yang baik dan benar.”
Prajurit: “Siap Komandan (dengan suara lantang) enam belas agustus tahun empat lima, besoknya hari kemerdekaan kita.”
Sang Komandan pun hanya senyum karena telah ditipu dan baru sadar kalo hari ini tanggal 16 agustus
PENGALAMAN PERANG

Saat 17 Agustus-an seorang kakek bercerita tentang pengalamannya waktu ikut perang pada jaman doeloe.
Kakek: “Dulu Kakek ikut perang. Waktu kakek dan teman-teman mo nyerang musuh pake pesawat, ternyata di tengah perjalanan pesawat kakek ditembaki musuh sehingga pesawat itu hancur. Semua yang ada dipesawat itu meninggal termasuk Pilotnya.”
Cucu: “Lhoh kok, kakek sekarang masih hidup?”
Kakek: (Dengan penuh kebanggaan) “Waktu itu Kakek ketinggalan pesawat!”
PEROKOK


Di dalam sebuah Bus kota, ada 2 orang lelaki sedang berbincang-bicang, yang satunya Perokok dan satunya Tidak Perokok atau anti rokok. Mereka membahas tentang keuntungan dari tidak merokok, berikut percakapan dari kedua lelaki tersebut :
 WAHYUDI: Perokok
NIKKY: Anti Rokok

 Wahyudi mengeluarkan sebungkus rokok dari kantong celanannya bermaksud untuk menawarkan kepada orang disebelahnya,

Wahyudi: Mau rokok mas? silahkan
Nikky: Oh tidak,,,! Terima kasih


Nikky merasa tergugah dan ingin memberi arahan kepada wahyudi supaya tidak merokok, lantas mulailah si nikky mengawali pembicaraan,


Nikky: Sehari habis berapa batang rokok mas?
Wahyudi: Biasanya sih 2 bungkus


Nikky: Sebungkus harganya berapa mas?
Wahyudi: 10.000


Nikky: Mas udah berapa tahun merokok?
Wahyudi: Kurang lebih 20 tahun


Nikky: Begini, saya kasih gambaran ya mas, 1 bungkus harganya 10.000, satu hari mas habis 2 bungkus, jadi 20.000, kalau satu bulan 20.000 x 30 = 600.000, jadi kalau satu tahun, 600.000 x 12 = 7.200.000, kalau mas sudah 20 tahun merokok berarti 7.200.000 x 20 =144.000.000, Waaah, seharusnya kalau mas gak ngerokok sudah bisa beli mobil apa tuh?

Wayudi: Saya juga mau kasih gambaran !
Nikky: Silahkan mas
Wahyudi: Mas perokok atau bukan?
Nikky: Saya bukan perokok, itu haram bagi saya,
Wayudi : Trus kenapa mas naik Bus, Mobil mas mana?
Nikky: @@@@@@#######?????????

Senin, 22 Agustus 2016

KAKAK TUA

  Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua burung itu berbeda, yang satu suka bernyayi dan yang satunya lagi hanya diam saja, datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata kepada si penjual burung:
 Pembeli: Berapa harga burung kaka tua ini mas...??
 Penjual: Kalau yang suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan yang diam itu 1.000.000 rupiah.
 Pembeli: Lho kok yang suka nyayi harganya lebih murah dari yang hanya diam saja.
 Penjual: yah.... jelas beda wong yang harganya 1.000.000 itu pencipta lagunya kok.